«

»

Jan 07

Panen dan Pasca Panen Jamur Tiram

Panen JamurPanen Merupakan kegiatan yang paling ditunggu – tunggu oleh para petani budidaya Jamur, namun panen bukanlah merupakan kegiatan akhir dari proses budidaya jamur masih ada kegiatan penanganan pasca panen jamur tiram. melalui Postingan artikel berikut ini saya akan mencoba berbagi bagaimana cara melakukan panen dan penanganan pasca panen jamur tiram.

Perlu diketahui bahwa pemanenan yang benar sangat berpengaruh terhadap kualitas jamur yang dipanen, termasuk di dalamnya adalah kualitas dan daya tahan jamur yang dipanen. Teknik memanen jamur yang tidak benar dapat mengakibatkan kerusakan media tumbuhnya jamur yang pada akhirnya akan mengurangi produktifitas jamur yang dibudidayakan.

Demikian juga dengan penanganan pasca panen dapat mempengaruhi kualitas jamur, apabila penanganan yang dilakukan tidak benar dapat menyebabkan kualitas jamur menjadi kurang baik. sebagai contoh cara pengemasan dan penyimpanan yang kurang baik menjadikan jamur cenderung rusak dan tidak menarik.

PANEN JAMUR TIRAM

Ciri-ciri Jamur Tiram Siap Panen

Ciri-ciri jamur siap panenPemanenan Jamur tiram harus dilakukan pada saat yang tepat agar diperoleh kualitas jamur yang benar-benar baik. sebelum memanen jamur kita harus mengetahui ciri-ciri jamur yang sudah siap panen, ciri-cirinya adalah:

  1. Tudung jamur belum mekar penuh (ditandai pada bagian tudung jamur masih terlihat utuh / belum pecah-pecah)
  2. Warna belum pudar,
  3. Spora belum dilepaskan,
  4. Tekstur masih kokoh dan lentur,
  5. Ukuran jamur yang siap panen rata-rata berdiameter 5 – 10 cm.

Ciri-ciri Jamur Tiram sudah Tua

Selain mengetahui ciri-ciri jamur siap panen kita juga harus mengetahui ciri-ciri jamur yang sudah tua yang memiliki kualitas kurang bagus untuk konsumsi, ciri-cirinya adalah:

  1. Tudung sudah menkar penuh ( ditandai pada bagian tudung sudah bergelombang / pecah-pecah)
  2. Warna putih mulai memudar (kekuning-kuningan)
  3. Spora sudah beterbangan
  4. Tekstur lembek dan berair

Pada intinya kita memanen jamur pada saat usia jamur masih muda, karena jamur yang sudah tua berkurang kualitasnya, jamur yang lebih muda memiliki daya tahan lebih lama dari pada jamur yang sudah tua karena kandungan airnya lebih sedikit, kondisi jamur yang masih fresh menjadikan rusaknya jaringan lebih lama daripada yang tua dan konsumen lebih suka jamur yang masih fresh dan muda.

Pelajari juga Cara Membuat Kumbung Jamur

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memlakukan Panen:

  1. Pakailah masker sebelum memanen, spora yang terhirup bisa mengganggu kesehatan
  2. Pemanenan dilakukan dengan teknik / cara mencabut seluruh tanaman jamur yang ada, tidak diperkenankan memotong bagian / cabang yang berukuran besar saja, sebab sisa jamu yang tertinggal akan tumbuh menjadi besar, bahkan layu / mati
  3. Bersihkan sisa jamur yang masih menempel pada media, karena sisa jamur / akar yang tertinggal akan membusuk dan mengganggu pertumbuhan jamur berikutnya
  4. Bersihkan jamur yang sudah dipanen, pada bagian akarnya masih banyak serbuk kayu / kotoran yang menempel, potong bagian tersebut dengan pisau yang bersih / gunakan pisau stainless steel.
  5. Pemotongan bagian jamur tidak perlu dilakukan pada setiap cabangnya, sebab dapat memicu tingkat kerusakan jamur lebih cepat seperti layu dan cepat membusuk.
  6. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar kesegaran jamur dapat lebih dipertahankan serta mempermudah pemasaran

PASCA PANEN JAMUR TIRAM

Pengemasan / Packing JamurKegiatan pasca pemanenan harus diperhatikan untuk menjaga kualitas jamur tiram agar sampai kepada konsumen dengan kondisi yang bebar-benar baik serta tidak mengecewakan konsumen, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Lakukan seleksi / penyortiran jamur pisahkan jamur yang rusak dengan jamur yang baik, jamur yang baik memiliki ciri-ciri besar, kering, putih bersih dan bebas dari hama penyakit.
  2. Lakukan pengepakan, Masukkan jamur yang telah disortir kedalam kantong plastik (sesuaikan ukuran plastik dengan kebutuhan konsumen) atau dapat menggunakan cawan styrofoam dan ditutup dengan plastik Film.
  3. Jika dibutuhkan penyimpanan sementara masukkan kemasan jamur tiram kedalam pendingin / Kulkas pada suhu 10 – 15′ c, untuk menjaga kesegaran jamur dan menambah masa simpan.
  4. Untuk memberikan nilai ekonomi lebih selain dipasarkan kemasan segar jamur dapat diolah menjadi berbagai macam makanan olahan seperti pepes jamur, sate jamur, sop jamur, kripik jamur, dendeng jamur dll.

PanenDemikian artikel yang dapat saya bagikan semoga bermafaat…….

Permanent link to this article: http://www.solojamur.com/2015/01/07/panen-dan-pasca-panen-jarum-tiram/

2 comments

  1. Rio

    Salam pak Widodo
    Saya Rio, tinggal di Jagalan Solo
    Mau tanya, apakah Agro Solo Jamur selalu bersedia membeli jamur hasil panen mitranya? Sebab saya berminat usaha jamur pak. Tapi berkaca dari paklik saya di Wonogiri yang pernah usaha jamur tiram, awalnya beliau cukup berhasil, lalu kira2 satu setengah tahun harus berhenti karena tidak ada lagi yang beli hasil panenan. Padahal katanya kualitas selalu dia jaga. Mohon diterangkan.. Matur sembah nuwun.

    1. solojamur

      bersedia pak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>