Tips

Anda ingin mengembangkan usaha,  atau sedang bingung ingin mencoba tetapi usaha apa? Jika Anda sedang berada pada situasi demikian, mungkin bisa mencoba  pengusaha jamur,  khususnya jamur tiram. Berikut adalah tips dari ” Agro Solo Jamur “ untuk memulai usaha tersebut,  semoga bermanfaat.

 1. Lokasi dan media tanam

1.1  Pembuatan Kumbung

Secara umum budidaya jamur tiram bisa dilakukan di sembarang lokasi yang memenuhi syarat.  Syarat yang harus dipenuhi diantaranya : suhu udara  yang relatif dingin, terlindung dari hujan dan matahari dan bebas dari spora jamur lain yang akan menjadi kontaminan, serta kumbung.  Kumbung adalah bangunan  berbentuk rumah dengan kondisi ruangan dibuat menyerupai habitat asli jamur tiram. Rangka kumbung bisa terbuat dari besi, kayu atau bambu sesuai dengan kodisi modalnya. Dinding kumbung bisa menggunakan bambu/bilik, sedangkan atap bisa menggunakan  genting atau anyaman daun tebu atau jerami, yang penting dapat melindungi  dari terik matahari  dan hujan. Jangan lupa siapkan jendela-jendela untuk keperluan sirkulasi udaranya.

 1.2  Penyiapan media tanam

Bahan baku media tanam jamur tiram adalah serbuk gergaji atau bahan lainnya yang banyak mengandung selulosa.  Sebelum digunakan serbuk harus diayak terlebih dahulu agar halus dan memisahkan dari serpihan kulit kayu, kerikil, atau gumpalan tanah, agar  nantinya tidak merusak  plastic. Serbuk  gergaji bisa dicampuri : 1) Bekatul yang kaya karbohidrat,  karbon, nitrogen dan vitamin yang bisa mempercepat  pertumbuhan misselium jamur tiram. 2) Kapur (CaCo3) yang berfungsi untuk mengontrol pH. 3) gips (CaSO4) yang berfungsi untuk mengokohkan struktur bahan media jamur tiram.

2.  Penanaman Bibit

2.1  Pembuatan log

Log /baglog adalah media tanam jamur tiram yang bahan bakunya serbuk gergaji, dengan tahapan pembuatannya sebagai berikut:

2.1.1  Pencampuran

Pencampuran adalah proses awal membuat log jamur tiram. Bahan-bahan utamanya serbuk gergaji, dicampur dengan komposisi : serbuk gergaji, bekatul, kapur. Pencampuran dilakukan secara kering, baru kemudian dibasahi hingga kadar airnya 60%.

2.1.2   Pengomposan dan pembungkusan

Pengomposan bertujuan untuk mengurai senyawa-senyawa yang terdapat dalam media tanam, sehingga mudah diserap oleh jamur tiram. Media yang sudah dikomposkan dimasukkan ke dalam plastic polypropilen yang tahan panas dengan ukuran (biasanya) 20 x 05 x 35 atau 18 x 05 x 35. Setelah dimasukkan, media tanam dipadatkan dan ditutup plastiknya menggunakan karet agar tidak kemasukan air.

2.1.3 Sterilisasi baglog

Sterilisasi bisa dilakukan dalam dua cara, yaitu tradisional dan modern. Secara tradisional menggunakan drum untuk mengukus media tanam. Sedangkan sterilisasi modern menggunakan tabung boiler sehingga kapasitasnya tinggi. Dalam proses sterilisasi, suhu yang dibutuhkan adalah antara 85 – 100 C dengan tekanan 2 atm. Setelah dikukus dalam drum/boiler, kemudian didinginkan antara 8-12 jam, baru kemudian siap dibibit.

2.2  Penanaman

2.2.1   Inokulasi

Inokulasi dilakukan setelah baglog dingin dan dilakukan dalam ruangan yang tertutup dan steril. Sterilisasi biasanya dilakukan dengan menyemprotkan alkohol 70% ke seluruh ruangan dan tangan sesaat sebelum melakukan pembibitan. Pembibitan sebaiknya dilakukan oleh 2 orang dengan tugas seorang menebar bibit dan satu orang lainnya secepat mungkin menutup hasil penanaman bibit agar kontak dengan udara luar menjadi minimal sehingga diharapkan kontaminasinya rendah.

2.2.2   Inkubasi

Setelah dilakukan pembibitan, baglog dimasukkan dalam ruang inkubasi selama 30 – 60 hari. Proses inokulasi berhasil jika tumbuh misellium putih pada media tanam. Jika tidak tumbuh dalam waktu dua minggu baglog harus disterilisasi ulang dan diinokulasi kembali.

2.2.3   Memasukkan baglog ke kumbung

Setelah diseleksi media jamur tiram dibawa kedalam kumbung pemeliharan. Kurang lebih 1 minggu setelah dimasukkan, jamur  akan tumbuh. Baglog yang sudah putih perlu disayat agar jamur mudah keluar.

 3.  Pemeliharaan

Pemeliharaan jamur tiram, intinya adalah mengatur suhu dan kelembaban agar sesuai dengan habitat aslinya, yaitu berkisar antara 16 – 22C dengan kelembaban 80 – 90%. Cara mengatasi suhu dan kelembaban bisa ditempuh dengan melakukan sprayer atau pengabutan, disesuaikan dengan keadaan cuaca dan tempat. Tempat yang panas bisa dilakukan 3 – 5 kali dalam sehari. Bisa juga diakali dengan membuat sirkulasi udara dengan membuka jendela – jendelanya.

4.  Panen dan pasca panen

Pemanenan bisa dilakukan secara manual dengan memetiknya, atau bisa juga menggunakan pisau. Sisa akar jamur yang tertinggal harus dibersihkan dengan penjepit, agar tidak membusuk dan mengganggu pertumbuhan calon jamur baru. Waktu panen yang paling baik adalah sebelum pukul 10.00 atau antara pukul 15.00-17.00 WIB. Segera setelah dipanen, jamur harus dibersihkan, kemudian dikemas dalam kantong plastik. Itu perlu dilakukan dengan hati-hati agar jamur tidak rusak. Setelah disusun, plastic ditutup dengan karet supaya hampa udara.

Jamur tiram bisa berumura 4 – 5 hari, tetapi agar bisa berumur lebih lama, bisa disimpan pada suhu dingin atau dimasukkan ke dalam kulkas. Bisa juga dengan penambahan bahan kimia (asam sitrat, na-bisulfit, garam dapur dan (k-bikarbonat), agar menahan laju pembusukan. Penambahan bahan kimia ini bisa dilakukan dengan cara penyemprotan atau dengan merendam jamur dalam larutan bahan kimia tersebut selama 10 menit. Cara lain adalah dengan mengeringkan dalam ruang pengering sehingga bisa tahan lama.

 5.  Gulma, dan hama

Budidaya jamur tiram sangat mungkin terkendala gangguan gulma dan hama. Gulma ini biasa muncul karena kurang sesuainya tahapan budidaya dari awal sampai akhir, kurang higienis (sehingga rentan kontaminasi). Cara pencegahannya adalah melakukan tahap demi tahap budidaya sesuai dengan SOP-nya. Sementara hama yang muncul biasanya lalat yang melepaskan telurnya, mengakibatkan jamur menjadi keriput, layu, bolong-bolong batangnya.

Hama lainnya adalah tungau, rayap, laba-laba, dan cacing. Pencegahan bisa dilakukan dengan fumigasi sebelum ruangan dipakai dan ruangan yang terbuka tutup dengan kain kasa. Sedangkan penyakit yang sering muncul adalah kontaminasi kapang, fungi, bakteri dan virus, dengan ciri-ciri jamur berlendir, busuk,  dan bernoda. Untuk menghindarinya, bisa dilakukan dengan memberlakukan SOP secermat mungkin.

 

 Selamat  Mencoba  dan  Semoga  Sukses

By. Agro SOLO JAMUR

Copy Right 2000

 

Permanent link to this article: http://www.solojamur.com/tips-bertani-jamur-tiram-by-argo-solo-jamur/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>